Orang Kampung, Kambing, dan Serigala

Suatu ketika penduduk sebuah kampung dibuat jengkel karena hewan ternak mereka suka hilang. Mereka kemudian ramai-ramai mencari penyebab hilangnya hewan-hewan ternak mereka. Setelah berhari-hari mereka bekerja keras, akhirnya penyebab hilangnya ternak mereka pun terungkap: mereka mengetahui kalau hewan-hewan ternak mereka dimakan binatang buas, serigala!

Dengan berbagai cara kemudian penduduk kampung mencoba membuat jebakan untuk menangkap serigala yang memangsa hewan-hewan ternak mereka. Akhirnya mereka berhasil menangkap serigala tersebut.

Awalnya mereka membuat sebuah lubang persegi empat yang dalam. Kemudian di dalamnya ditaruh seekor kambing muda yang diikat pada tongkat yang menancap. Lubang itu kemudian ditutup dengan daun-daunan. Antara satu sisi dengan yang lainnya diletakkan batang-batang bambu, sehingga ketika serigala itu mendengar embikan kambing dia mengira itu bukanlah tempat yang berbahaya.

Penduduk kampung begitu gembira karena kerja mereka membuahkan hasil. Serigala itupun diangkat dengan menggunakan seutas tali yang kuat, serigala itu diikatkan di sebuah batang pohon.

Pagi harinya, seperti biasa, penduduk desa meninggalkan desanya untuk meladang. Mereka merencanakan untuk menyelesaikan masalah serigala pada malam harinya selepas pulang dari meladang.

Senja mulai tiba. Cahaya matahari mulai temaran sedikit demi sedikit. Serigala hanya diam dan merenungi diri. Dia sedang memikirkan nasibnya apa yang bakan menimpa dirinya.

Namum tiba-tiba seekor kambing menghampiri dirinya. Kambing itu lalu bertanya, kenapa dirinya diikat di batang pohon.

"Penduduk desa itu orang licik, aku diikat karena aku tidak mau menerima uang suap dari mereka." kata serigala

"Apa masalahnya, sehingga mereka ingin menyuap kamu dan kenapa kamu tidak mau menerimanya?" tanya kambing

"Seperti kamu lihat aku sedang tafakur, sedang penduduk desa itu orang tak bertuhan!" jawab serigala

Mendengar jawaban serigala, si kambing jadi terharu. Dia pun terpedaya. Hatinya tergerak. Akhirnya dia menawarkan diri untuk menggantikan posisinya. "Kalau begitu, biarlah aku yang menggantikanmu untuk diikat. Tapi aku minta agar kamu pergi meninggalkan desa ini karena penduduknya tidak bertuhan"

Ketika malam sudah benar-benar pekat, penduduk kesa bersepakat untuk mendatangi serigala. Mereka membawa sebuah karung. Lalu mereka memasukkan kambing yang dikiranya serigala itu ke dalam karung. Setelah dimasukkan ke dalam karung, kambing itu dihanyutkan dengan sebuah sampan di atas aliran sungai. Aliran itu terus mengalir menuju laut.

Akan tetapi, betapa terkejutnya penduduk desa itu ketika pagi harinya mereka menemukan serigala itu kembali mendatangi desanya.

"Kenapa engkau bisa selamat?" tanya penduduk desa dengan penuh keheranan.

"Di laut jiwa-jiwa yang bersih mendapatkan balasan yang besar. Siapa pun yang terjun ke dalamnya dan tenggelam di dalamnya akan mendapatkan balasan seperti aku," jawab serigala dengan suara meyakinkan.

Penduduk desa rupanya terpedaya juga oleh ucapan serigala. Pada malam harinya mereka kemudian beramai-ramai pergi ke laut. Mereka menceburkan dan menenggelamkan dirinya ke dalam lautan dengan harapan bisa seperti serigala.

Penduduk desa itu habis seluruhnya, mati tenggelam dalam lautan mencari keajaiban yang dijanjika serigala. Kini giliran serigala dengan bebasnya menikmati hewan-hewan ternak yang tidak bertuan lagi di desa tersebut


Daftar Pustaka:
Tasirun Sulaiman, A Book of Wisdom, 2005, Jakarta: Mizan Media Utama


Komentar anda sangat diharapkan untuk ikut membangun blog ini! Syarat berkomentar:
1. Isi berupa saran dan kritik yang membangun
2. Tidak berisi kata sara, ejekan, atau hinaan terhadap satu atau sebagian kaum
3. Apabila ada perbedaan pendapat silakan sampaikan secara musyawarah & mufakat

Related

Inspirasi 3510100612885362074

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Follow Us

Like Us

Live Traffic

item